BAHAN AJAR
MENULIS
LAPORAN HASIL PENGAMATAN DAN PENELITIAN
A. Pengertian
Menulis Laporan Pengamatan dan Penelitian
Laporan ialah keterangan atau informasi tentang suatu
keadaan atau suatu kegiatan berdasarkan fakta. Fakta yang diinformasikan itu
berkaitan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang
dilaporkan berdasarkan keadaan obyektif yang dialami sendiri si pelapor
(dilihat, didengar, dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan kegiatan.
Penelitian diartikan sebagai 1) pemeriksaan yang
teliti; penyelidikan; 2 kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan
penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan
suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan
prinsip-prinsip umum.
Dengan demikian, yang dimaksud penyusunan laporan
hasil penelitian, adalah proses pengaturan dan pengelompokan secara baik
tentang informasi suatu kegiatan berdasarkan fakta melalui usaha pikiran
peneliti dalam mengolah dan menganalisa objek atau topik penelitian secara sistematis dan objektif untuk memecahkan
suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis sehingga terbuat sebuah
prinsip-prinsip umum atau teori. Secara garis besar laporan penelitian terbagi
atas:
B. Conto Laporan
Hasil Pengamatan dan Penelitian
contoh laporan hasil
pengamatan dalam bentuk paparan atau penjelasan
Gunung Merapi Meletus
Rabu, 27 Oktober 2012
Gunung berapi aktif di Indonesia Merapi petang ini
meletus dengan mengeluarkan awan panas yang tercatat sejak pukul 17.02 WIB.
Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali
semburan awan panas, dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul
tidak berhenti, “kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Badan Geologi Surono di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, munculnya awan panas tersebut menjadi
tanda sebagai erupsi Gunung Merapi. Awan panas pertama yang muncul pada pukul
17.02 WIB tersebut mengarah ke barat,namun awan panas berikutnya tidak dapat
terpantau dengan baik karena kondisi cuaca Merapi cukup gelap dan hujan.
Sirine bahaya di Kaliurang Sleman berbunyi pada pukul
17.57 WIB, dan pada pukul 18.05 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan
Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menarik semua petugas dari pos
pengamatan.
“Pada tahun 2006, semburan awan panas terjadi selama
tujuh menit, namun pada tahun ini awan panas sudah terjadi lebih dari 20
menit,” katanya.
Lamanya awan panas tersebut, lanjut dia menunjukkan
energy yang cukup besar. Pada pukul 18.00 terdengar letusan sebanyak tiga kali
yang terdengar dari pos Jrakah dan pos Selo yang disusul dengan asap membumbung
setinggi 1,5 kilometer mengarah ke selatan.
“Tipe letusan Merapi sudah dipastikan eksplosif,”
kataya.
C. Langkah-langkah
Menulis Laporan dan Pengamatan
Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis pada tahap persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah;
1.
Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;
a.
Merumuskan tujuan
Rumusan
tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan
karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya.
b.
Menentukan Topik
Langkah
pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide
utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan
kita tulis.
c.
Menelusuri Topik
Bila topik telah ditentukan, kita
masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran.
2.
Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban
seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan
informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah
dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa
kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan
pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.
3.
Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang
akan disajikan di dalam tulisan.
Tahapan-tahapan
penulisan Karangan Ilmiah :
·
Pemilihan Topik
Aspek-aspek
yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik adalah:
a. Area Topik
Area topik memuat cakupan
masalah yang akan diangkat dalam penulisan karya tulis ilmiah. Topik lebih luas
daripada judul, karena topik mencakup isi pokok dan area yang akan dibahas dan
ditulis.
b. Keterbatasan
Keterbatasan yang sering ditemui
dalam pemilihan topik, seringkali adalah keterbatasan yang disesuaikan dengan:
minat, kemampuan dilaksanakan, kemudahan dilaksanakan, kemudahan dibuat
menjadi masalah yang lebih luas, dan manfaat.
·
Pengumpulan Informasi
Prinsip-prinsip dasar yang harus
diperhatikan sehubungan dengan pengumpulan informasi adalah:
a. Evaluasi
instrumen, untuk mendapatkan data yang lebuh akurat dan konsisten. Evaluasi
instrumen dilakukan dengan uji coba pengumpulan data dengan instrumen yang
telah dibuat. Hasil uji coba akan diketahui melalui pengujian validitas dan
reliabilitas.
b. Evaluasi
terhadap sumber, untuk mempertanggungjawabkan data.
Penulis harus menentukan apakah data yang diperlukan dalam menulis karya tulis ilmiah berupa data primer, sekunder atau gabungan dari keduanya.
Penulis harus menentukan apakah data yang diperlukan dalam menulis karya tulis ilmiah berupa data primer, sekunder atau gabungan dari keduanya.
c.
Pembuatan catatan, untuk memudahkan pencatatan dan pencarian
kembali informasi yang telah dicatat. Catatan dapat dibuat dengan penggunaan
kartu informasi, pembuatan sistem penulisan untuk menghubungan kartu informasi
dengan daftar pustaka, serta pemilihan bentuk kutipan.
·
Survei Lapangan
Melakukan pengamatan atas obyek
yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan
karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan
atau penelitian
4.
Menyusun Hipotesis
Menyusun dugaan-dugaan yang
menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi
yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian.
5.
Melaksanakan pengamatan dan
pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan atas
obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda
melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang dilakukan tersebut.
6.
Menganalsis dan
menginterpretasikan data
Menganalisa dan
menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk
menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di
langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi
dari pengamatan dan pengumpulan data.
7.
Merumuskan kesimpulan dan
atau teori
Merumuskan kesimpulan atau teori
mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan
dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari
semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan
penginterpretasian terhadap obyek penelitian
D. Refleksi
Meyusun karangan resensi sangat sulit apabila kita
tidak bisa menentukan buku yang akan kita resensi, menyusun resesi sangat sulit
bila kita belum membaca dan memahami. Seringlah belajar untuk membuat resensi
jika kalian kurang tidak mengerti jangan sungkan untuk menanyakan kepada guru
kalian. Selamat mencoba!